Sabtu, 25 April 2015

Sinopsis My Unfortunate Boyfriend Episode 3 - 1

Pada episode sebelumnya, Ji Na menolong Tae Woon yang tak sadarkan diri dengan memberi nafas buatan. Dalam alam bawah sadarnya, Tae Woon melihat kejadian di masa lalu. Tae Woon kecil bertemu dengan seorang gadis saat mengambil layangan yang tersangkut. Gadis kecil itu pernah bertemu dengan ayah Tae Woon. Tae Woon yang tengah berusaha mengambil layangan pun terjatuh dan menimpa gadis itu.

Tae Woon tersadar. Ia seperti mengalami shock terapi (mungkin terkejut karena Ji Na menciumnya). Tae Woon bangun dan berjalan seperti robot. Semua staf mengira itu bagian dari pertunjukan. Mereka memuji kinerja Ji Na dan memberinya applaus.

Ji Na menyusul Tae Woon. Tae Woon masih seperti orang linglung. Apalagi saat ia teringat akan ciuman tadi, linglungnya bertambah parah. Ji Na khawatir terjadi sesuatu dengan Tae Woon. Apa kau baik-baik saja? Tae Woon malah berkata bunga-bunganya baik-baik saja. Ji Na kesal. Yang ia khawatirkan itu Tae Woon bukan bunga-bunga.

Tae Woon berniat kabur. Ia tidak berani menatap wajah Ji Na. Tapi Ji Na mencegatnya. Ji Na melihat leher Tae Woon merah. Apa ini terjadi selama pertunjukan? Tae Woon berbohong tidak. Ji Na merasa frustasi. Ia memarahi Tae Woon karena lebih mementingkan bunga. Tae Woon meminta maaf. Ji Na kembali memarahinya. Kenapa kau meminta maaf? Akulah yang harusnya meminta maaf.

Melihat Tae Woon diam dan hanya menunduk. Ji Na merasa bersalah plus khawatir. Tak ada luka di bagian lain, 'kan? Tae Woon mengatakan ia benar-benar baik-baik saja. Ji Na menyuruh Tae Woon menunggu sebentar, ia akan pergi membeli obat. Tapi Tae Woon tidak mau. Ia meminta Ji Na kembali ke kantor. Ia benar-benar baik-baik saja.

Ji Na menutup mulut Tae Woon dengan jarinya. “Aku tak ingin mendengar keluhan nantinya. Jangan katakan apa-apa dan tetap di sini. Aku akan pergi membeli obat.” Ji Na bergumam bikin frustrasi saja. Ji Na hendak pergi tapi tiba-tiba ada sepeda motor yang lewat. Hampir saja menabrak Ji Na. Beruntung Tae Woon cepa-cepat menariknya.

Posisi mereka seperti posisi klimak suatu dansa. Ji Na terbelalak kaget. Wajah mereka sangatlah dekat. Tae Won cepat-cepat membetulkan posisi dan memarahi Ji Na karena kejadian tadi sangatlah berbahaya. Seharusnya Ji Na tadi tidak ngotot. Tae Woon lalu menyelimuti Ji Na dengan jaketnya dan menyuruhnya kembali. Kalau tadi di kantor Tae Woon shock karena Ji Na menciumnya, sekarang kebalikannya, Ji Na yang shock karena wajahnya berdekatan dengan Tae Woon.

**

Ji Na kembali ke kantor. Ia melihat jaket Tae Woon. Ji Na menggerutu kenapa ia terus-terusan terlibat dengan Tae Woon. Ji Na teringat akan kejadian tadi. Tae Woon bersikap seperti pria yang baik (Tae Woon menyelimutinya dengan jaket). Ji Na cepat-cepat membuang jauh pikiran itu. Ji Na merasa heran kenapa Tae Woon tiba-tiba berakting macho seperti itu.

Lagi membicara soal Tuan Malang, tanya ahjumma yang tiba-tiba muncul dan mengagetkan Ji Na. Walaupun Ji Na menyangkal tapi ahjumma hafal benar hanya Tuan Malang yang mampu melakukan sesuatu yang begitu memalukan. Ji Na berniat pergi tapi ahjumma menagih janji kapan Ji Na mentraktirnya. Ji Na bertanya apa yang ahjumma suka. Iga gulung spesial, jawab ahjumma penuh harap. Sayang sekali, Ji Na belum gajian jadi belum bisa mentraktir ahjumma.

**

Ketua IM memancing bersama seorang ahjussi. Tapi mereka belum mendapatkan apa-apa. Ahjussi itu menebak ketua datang ke sini bukan untuk memancing tapi untuk makan ramen. Ketua mengatakan tak ada yang salah jika makan ramen di sini. Padahal banyak restoran yang bagus di sekitar sini, kata ahjussi itu. Ketua Im berujar sudah saatnya baginya untuk membiarkan generasi muda menikmati restoran yang bagus.

“Generasi muda yang mana? Siapa yang Anda maksud? Direktur Kang?” tanya ahjussi itu penasaran. Tapi Ketua hanya tersenyum. Ahjussi itu menebak siapa yang Ketua maksud. Ahjussi itu malah menambahkan sebuah perumpaan. “Mereka bilang kaki lilin itu gelap. Saya kira rumor itu benar.”

Ketua Im berkata tidak. Aku akan mendapatkan izin terakhirmu. Tapi ahjussi seakan tidak percaya, sebab ketua hanya mengatakan itu. Ketua menyuruh ahjussi itu menghubungi Jaksa Hwang datang ke rumah minggu depan. Ahjussi itu mengiyakan perintah ketua. Tapi ia penasaran apa yang di tonton ketua sampai sebegitu fokusnya. Ketua menjawab pesta ulang tahun perusahaan yang baru saja diunggah. Ketua terlihat terkejut melihat Ji Na melakukan pertunjukan sulap bersama Tae Woon. Tapi aNNa merasa terkejutnya ketua karena melihat Tae Woon tampil di publik.

**

Soo Ji dan pria kacamata yang baru saja masuk ke taman merasa heran melihat Tae Woon menyirami lantai bukan bunga. Paling parahnya, wajah Tae Woon memerah githu (tapi kurang merah kayak Yeon Hee di EXO Next Door). Pria kacamata bertanya apa yang Tae Woon makan sampai wajahnya menjadi seperti ini. Tae Woon dengan polos berkata ludah wanita. Soo Ji memarahi Tae Woon kenapa dia memakan itu? Apa Tae Woon mencium seseorang?

Dengan terbata-bata Tae Woon berkata itu hanya kecelakaan. Mereka menyuruh Tae Woon mengatakan dengan siapa. Tapi Tae Woon memilih mengunci mulutnya rapat-rapat. Soo Ji menebak pasti dengan wanita sampah (wanita sampah yang di maksud adalah Ji Na. Soo Ji memanggilnya begitu karna Ji Na menginjak kotoran yang di gunakan Tae Woon sebagai pupuk buat bunganya).

Tae Woon merasa malu hingga ia menutup wajahnya dengan pot siraman. Pria kacamata lucu sendiri melihat tingkah Tae Woon. “Hei. Apa kau dari luar angkasa atau planet lain? Kenapa kau begitu bereaksi dengan ludahan wanita?” Tae Woon berkata ia tak tahu entah kenapa karena ini pertama kali baginya. Ia begitu terkejut. Pria kacamata menyuruh Tae Woon berbalik biar ia melihat wajah Tae Woon.

“Astaga... Wajahmu benar-benar lenyap. Bagaimana ini bisa terjadi?” Ujar pria kacamata memoyongkan bibir Tae Woon, tapi bibirnya sendiri juga ikutan monyong.  Hehe Pria kacamata merasa seperti makan empedu ayam. Ia lalu menyuruh Soo Ji menggambar tangga.

Soo Ji pun mengambar tangga (seperti permainan githu). Tae Woon dan pria kacamata bergoyang sembari menunggu Soo Ji selesai mengambar. Masing-masing dari mereka berharap bukan mereka yang mendapatkannya. Namun, pria kacamata di nyatakan kalah. Soo Ji bertanya apa yang harus mereka lakukan hari ini. Pria kacamata mencoba merayu Soo Ji. Ia minta maaf karena telah membuat So Ji memakai wig botak tempo hari.

Ternyata hukumannya pria kacamata memakai kostum badut selama 2 jam menggantikan Tae Woon. Soo Ji menyuruhnya pergi menjalankan tugas. Walau dengan berat hati, pria kacamata itu pun pergi. Tae Woon baru menyadari ia kehilangan walkman-nya di pantry. Tae Woon berlari menyusul pria kacamata. Pria itu menghindari Tae Woon dan ia terjatuh. Tae Woon berkata ia harus mampir di suatu tempat, nanti ia akan pergi ke pasar.

**

Ji Na menelpon si pesulap dan memarahinya. Ji Na tak mau dengar alasan apapun tentang diare yang entah dari mana datangnya. Seharusnya pesulap itu menjaga diri, mengingat betapa pentingnya acara ini. Mata Ji Na tertuju pada botol kosong di atas meja. Ia teringat akan Hye Mi yang menyembunyikan botol kosong itu ketika ia muncul semalam. Ji Na berjanji akan mengirim barang-barang pesulap itu. Tapi pesulap itu harus membayar ongkos pengiriman.

Tae Woon kaget melihat Ji Na berada di Pantry. Ia langsung bersembunyi takut ketahuan. Ji Na melihat walkman Tae Woon yang ketinggalan di atas meja. Ji Na heran benda seperti itu masih ada. Ji Na mencoba memutarnya. Wah,, Ji Na seperti terhipnotis. Ia benar-benar menikmati lagu dalam walkman itu sampai-sampai ia tidak menyadari kehadiran Hee Chul

“Apa yang kau lakukan?” tanya Hee Chul mengagetkan Ji Na.

Ji Na kaget dan melepaskan ear phone. Hee Chul melihat kotak sulap. Ia menebak itu pasti kotak ajaib dari penampilan yang terkenal. Ji Na gatau harus berkata apa sampai Hee Chul menanyakan walkman yang di pegangnya. Apa itu punyamu? Ji Na mengatakan tidak. Ia lalu bertanya apa Hee Chul melihat penampilannya. Ia mendengar pejabat perusahaan tak datang ke pesta. Hee Chul menjawab ia melihatnya melalui saluran TV perusahaan.

“Oooh... Anda melihatnya melalui TV... Saya kira Anda tak melihat bagian yang paling penting.”

“Bagian yang paling penting?”

“Ya. Ada adegan di mana saya membawa orang mati hidup kembali.”

“Oh, sulap...”

“Ya. Ciuman sulap.” Ujar Ji Na tersenyum bangga. Tae Woon mendengar itu dan memegang bibirnya.

“Ciuman sulap... Jangan menggunakannya sesuai keinginanmu lagi.” ujar Hee Chul. Ji Na bertanya apakah itu perintah dari atasan, atau permintaan pribadi? Bukannya menjawab. Hee Chul dan Ji Na sama-sama tertawa kecil.

Hee Chul lalu mengajak Ji Na pergi makan malam bersama jika ia tidak punya rencana lain malam ini. Setelah mengatakan itu, Hee Chul pun pergi. Ji Na memegang pipinya yang hampir memerah.  Ciiieee cieeee

Setelah Ji Na pergi, Tae Woon pun mengambil walkman-nya. Ia mendengarkan lagu yang di putar Ji Na tadi. Tae Woon lalu memegang bibirnya.

**

Ji Na masuk ke toilet dan melampiaskan kebahagiaannya. “Ahhhhh,, apa yang harus aku lakukan? Dia memintaku keluar untuk makan malam.” Ji Na begitu bahagia karena restoran yang di pesan Hee Chul merupakan restoran tradisinal Korea yang paling populer dan di kenal sebagai tempat jamuan keluarga terbaik sebelum pernikahan.

“Apa kau mau bertemu denganku di 'Together Forever'?” Ujar Ji Na meniru gaya Hee Chul. hahaha

**

Tae Woo pergi berbelanja. Ia terus saja memegang bibirnya. Ia teringat akan perkataan Ji Na tentang ciuman sulap. Dan karena ciuman itu, ia seperti mendengar nama Ji Na di seluruh penjuru pasar. Setiap orang seakan menyebut nama Ji Na. Padahal jina yang di maksud adalah lewat bukan nama orang. hahaha

Sesampainya di restoran, Ji Na begitu senang saat mengetahui Hee Chul memesan ruang 'Love Bird`buat dinner mereka. Namun betapa terkejutnya Ji Na saat sampai di ruang itu, ternyata tidak hanya ia saja yang di undang oleh Hee Chul tapi semua staf wanita.

“Kau tak berpikir akan menjadi satu-satunya, 'kan?” ujar Hee Chul. Hahaha wajah Ji Na mudah di tebak sih.

Alasan Hee Chul mengajak mereka makan di sini karena ia suka makanan tradisional Korea. Hee Chul juga mengajak stafnya pergi ke bar untuk putaran kedua setelah selesai makan di sini. Staf Hee Chul yang kebanyakan perempuan merasa di mengerti. Mereka bertepuk tangan atas kebaikan dan perhatian bos mereka. >.<

Tiba-tiba seorang staf bercerita tentang Yong Bae. Kata staf itu, siapapun yang kuliah di Universitas Hangook pasti mengenal YB. Ternyata YB yang di bicarakan adalah teman SMA Julia. Kalau saja Julia tidak kuliah di LN, pasti ia sudah berkencan dengan YB. Julia mendengar YB kuliah di Universitas Hangook. Julia lalu menanyakan kontak YB pada Ji Na yang katanya lulusan Hangook (kenyataannya tidak).

“Aaa... Itu...” ujar Ji Na terbata-bata

“Aku yakin dia punya informasi kontaknya. Akan aneh jika dia tak punya.” Timpal Hye Mi. Ji Na hanya bisa menggigit bibirnya, gatau harus berkata apa. Untung ada Manager Oh.  Manager Oh mengira Yong Bae penyanyi Dragon B yang sedang di bicarakan Julia. Julia menggeleng kepalanya, tidak mungkin itu dia. Wajah mereka berbeda tidak mungkin itu Yong Bae yang ia kenal. Tapi Manager Oh bersikeras itu Yong Bae.

“Oh, itu benar. Aku lihat di TV kalau Dragon B kuliah di Universitas Hangook...” Ji Na hampir saja keceplosan. Ia pun cepat-cepat meralat kalau maksudnya, Yong Bae adalah seniornya. Manager Oh merasa di atas angin karena kata-katanya tentang Yong Bae benar adanya. Haha padahal itu hanya akal-akalan Ji Na saja.

Julia lalu mengganti topik. Ia menanyakan tipe wanita yang di sukai Hee Chul. Hee Chul melihat sekelilingnya.

“Hmmm... Aku suka wanita yang bekerja dengan baik... tetapi juga tahu bagaimana mengelola waktu dengan baik. Seorang wanita yang bergairah... Bahkan lebih baik jika ia juga minum dengan baik.” Sepertinya Hee Chul sengaja mengerjai stafnya deh. >.<

Sontak semua langsung mengangkat gelas mereka. Mari kita minum. Hye Mi dan Ji Na yang paling semangat. Ehh Hee Chul malah meletakan kembali gelasnya. (Tuh kan pasti ia mau mengerjai stafnya)

**

Saat di toilet, Ji Na sengaja menyindir Hye Mi tentang diet. Hye Mi berkata ia selalu diet 365 hari setahun. Emang kenapa Ji Na berkata seperti itu. Ji Na langsung berkata karena Hye Mi membawa pencahar di tasnya. Ia mendengar pencahar itu hebat dalam menjalankan diet. Hye Mi tertegun mendengar kata-kata Ji Na namun ia mengakui kalau ia cenderung menyukai metode primitif seperti itu.

Hye Mi lalu bertanya apa Ji Na merencanakan semua itu. Jatuh dari panggung dan kehilangan kesadaran. Tampaknya sedikit terlalu dramatis. Ji Na membalas kalau ia tak ingin menempatkannya pada suatu acara yang dramatis. Tapi pasangannya mendadak mengalami diare. Dia bilang dia selalu buang air besar di pagi hari. Kenapa kau berpikir itu terjadi padanya tiba-tiba?

Hye Mi dengan diplomatisnya berkata kau tak mengharapkanku mengetahui jadwal ususnya bergerak kan. Keadaan hening sejenak. Mereka saling membalas dengan tatapan tajam. Tiba-tiba Manager Oh masuk. Apa yang kalian lakukan? Ji Na langsung menjawab mereka akan segera keluar.

**

Staf wanita yang lain sibuk karaokean tapi Ji Na dan Hye Mi sibuk bertanding minum di depan Hee Chul. Tak terhitung berapa banyak botol yang mereka habiskan. Hee Chul sendiri hanya bisa menonton ulah kedua stafnya. Bahkan Ji Na dan Hye Mi bertanding minum dengan menggunakan mangkuk kaca besar. Ji Na sih masih kuat minum tapi tidak bagi Hye Mi, ia ambruk setelah meminum dari mangkuk kaca itu.

**

Tae Woon merawat bunga yang sakit. Pria kacamata protes kenapa Tae Woon melakukannya. Nanti juga mati. Namun Tae Woon berujar bunga juga seperti manusia. Setidaknya ia mencoba yang terbaik. Jika ia melakukan perawatan seperti ini, dapat membuat bunganya hidup sedikit lebih lama. Kenapa ia harus menyerah?

“Kurasa untukmu, bunga adalah sahabat, keluarga, dan pacarmu.” Ujar pria kacamata kemudian meminta Soo Ji melemparkan snack kepadanya. Padahal ia dalam posisi berdiri dengan kepala di bawah dan kaki di atas.  Soo Ji memintanya makan sambil duduk saja tapi pria kacamata itu menolak. Menurutnya, kerongkongan adalah hal yang menakjubkan. Jika kau berlatih, kau bisa makan sambil berdiri dengan kepala. Aku akan berhasil.

Namun Soo Ji berkata belajar untuk ujian pengacara tidak cocok untuk si pria kacamata. Seharus ia bergabung dengan kelompok sirkus. Pria kacamata membenarkan kata-kata Soo Ji. Ia merasa heran kenapa orang tuanya tak seperti Soo Ji yang tahu apa yang ia inginkan. Soo Ji mengatakan karena mereka adalah orang tuamu. Mereka adalah satu-satunya orang yang tdk akan menyerah padamu.

Soo Ji mulai menggambar tangga lagi. Kali ini Tae Woon yang kalah. So ia harus memakai kostum badut. Tapi kostum badutnya tidak seperti kemarin. Melihat itu, pria kacamata pun protes ini sangat tidak adil. Kemarin ia memakai kostum penguin yang mengenakan sarung tangan karet. Karena tidak mau menjadi satu-satunya yang menderita. Si pria kacamata menghukum Tae Woon tidak berbicara selama dua jam ke depan.


~ Bersambung ke bagian 2 ~

4 komentar:

  1. makasih sinopsisnyaa
    bolak balik berkali kali e baru nongol
    tp gambarnya kemana yah 😆😆

    BalasHapus
  2. Kok gambarnya ndak ada? Tapi gak apa. Tolong buatkan ep 6 nya

    BalasHapus
  3. Kok gak ada gambarnya ?????????????????

    BalasHapus
  4. Gmbarnya mna mb? Gk seru klw gk ad gmbar

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungannya chingu,,
habis baca di tunggu commentnya ya..
Hwaiting

 

Drama Oh Drama Template by Ipietoon Cute Blog Design and Waterpark Gambang