Jumat, 31 Oktober 2014

Sinopsis The Greatest Wedding Episode 4 - 2



Myung Yi makan bersama rekan tim dari departemen sebelumnya. Produser mengajak Myung Yi kembali saat Myung Yi mengeluh di sana tidak menyenangkan. Ia tidak tahu tentang hal lain tapi menurutnya, Myung Yi memiliki bakat untuk casting orang. Salah satu staf membenarkan, Myung Yi bisa mendapatkan Park Tae Yoon pada acara di saat ia bahkan tidak bisa melakukannya. Sang produser berkata ia mendengar Tae Yoon mengincar Myung Yi belakangan ini.

“Benarkah? Aku yang lebih dulu memilihnya! Bagaimana kau menggodanya?” ujar staf wanita yang tadi memuji Myung Yi.

“Aku tidak menggoda dia. Aku tidak melakukan apa pun.”

“Kau tahu dia selalu luar biasa cantik.” Puji produser yang langsung di protes para staf wanita lainnya. Namun Myung Yi berkata ia benci departemen berita dan ia ingin kembali. Tapi, ia tidak ingin melakukannya karena Park Tae Yoon. Kenapa, tanya produser. Myung Yi berkata Tae Yoon terus menggodanya, dan berat berusaha untuk menyelesaikan pekerjaan. Lalu mengapa kau tidak ingin bekerja pada berita, tanya staf lainnya.

“Atmosfer sedikit tegang karena penyiar Cha.” Ujar Myung Yi

“Kenapa?” tanya kedua staf wanita itu bersamaan.

“Ini adalah rahasia, tapi... Dia hamil.” Ujar Myung Yi. Para staf itu seakan tak percaya mendengar kabar kehamilan Ki Young. Myung Yi berkata Ki Young mengalami morning sickness selama pembacaan berita dan dia dibawa ke ruang ICU. Dia bahkan berdarah. Dan Ki Young selalu menyuruhnya untuk menutupi semuanya itu. Itu begitu sulit dan aku tidak bisa melakukannya lagi. Siapa ayah bayi itu, tanya produser.

“Aku tidak yakin siapa itu. Pada dasarnya, dia pendiam dan angkuh... Tapi, aku rasa kehidupan pribadinya pasti sangat kacau. Kalian tidak akan percaya berapa banyak pria yang dia kencani.” Ujar Myug Yi. Dasar ular beludak. Nenek sisir tingkat neraka.


**

Ki Young di panggil salah satu staf, ia mendapatkan telpon dari wartawan Deep Focus. Ki Young nampak gugup namun ia harus berani mengangkatnya. Rupanya si penelpon adalah Pedro. Pedro mengatakan pada Ki Young kalau wartawan Deep Fokus memiliki semua gambar Ki Young saat masuk keluar dokter kandungan. Mereka bilang mereka akan mengeksposnya begitu mereka  mendapatkan catatan medis Ki Young.


Ki Young shock mendengar berita itu. Myung Yi dan penyiar lainnya mau masuk ke dalam namun saat melihat Ki Young di dalam, mereka di berdiri di luar saja. Saat Ki young berbalik, mereka malah berpura-pura tak melihat Ki young.


**

Eun Cha menemui Presdir Seo. Presdir Seo menunjukan foto saat Eun Cha menggendong Ki Young ke RS. Eun Cha kaget. Presdir mengatakan ia mendapatkan email yang berisi foto itu saat ia kembali dari makan siang. Eun Cha berbohong ia menggendong Cha Ki Young karena ia mengalami perdarahan selama siaran berita. Siapa orang yang mengirim ini padamu, tanya Eun Cha dengan wajah munafiknya.



“Yah... Katakan saja ini benar. Aku harus menyewa seorang mata-mata untuk alasan pasti. Dan aku mendengar bahwa rumor Cha Ki Young sedang hamil sudah menyebar kemana-mana.” Ujar Presdir Seo

“Apa kau sedang membesarkan mata-mata lain selain aku?” tanya Eun Cha namun Presdir berkata Eun Cha punya mulut besar untuk menjadi seorang mata-mata. Yang perlu Eun Cha lakukan adalah menjawab saja pertanyaannya. Eun Cha bilang jangan tanya padanya, tanyakan saja pada Ki Young. Presdir mengatakan Eun Cha tahu dengan baik Ki Young akan menyangkalnya. Namun Eun Cha berbohong ia juga tidak tahu.

“Kau yang membawanya ke rumah sakit. Kau pasti tahu apakah Cha Ki Young hamil atau tidak.” Ujar presdir. Eun Cha mengatakan ia tidak bisa melakukan apapun tanpa Ki Young sekarang ini. Mendengar itu, Presdir tahu bahwa Ki Young benar-benar hamil. Apakah itu anakmu? Eun Cha cepat-cepat membantahnya. Kabar kehamilan Ki young membuat Presdir Seo sakit kepala. Eun Cha berjanji ia akan mengurusnya. Serahkan saja padaku, huh?


**

Pada saat meeting, Hyun Shik bertanya apa Ki Young sudah baikan. Ki Young langsung mengiyakan. Myung Yi berdiri dan membela Ki Young dengan menceramahi para penyiar lelaki. “Kalian keterlaluan. Apa kalian tidak tahu bahwa rumor kehamilan dan pacaran adalah penghinaan besar bagi para wanita? Kalian semua sudah beberapa lama bersama. Seharusnya kalian melindungi Penyiar Cha Ki Young... dan berusaha menghalangi fitnah atas dia. Bagaimana bisa kalian berpura-pura manis di depan tapi bicara buruk di belakang punggungnya?”

Myung Yi lalu mengeluarkan pil pencernaan. “Kau tahu bahwa wanita hamil tidak boleh minum obat pencernaan, kan? Penyiar Cha, ambillah ini dan buktikan pada para reporter... bahwa rumor kehamilan itu tidak benar.” Myung Yi menaruh pil itu tepat di depan Ki young. Ki Young membuang pil itu. Dengan gagahnya Ki Young berkata ia punya penyakit lambung yang parah jadi ia tidak bisa minum pil pencernaan. Ki Young lalu mengajak mereka memulai rapat. Namun Eun Cha tiba-tiba masuk dan mengajaknya bicara.


**

Eun Cha tiba-tiba meminta Ki young menggugurkan bayinya. Ia akan memberi Ki Young cuti 1 minggu. Ia berjanji akan menutupinya dengan begitu baik sehingga bahkan hantu pun tidak akan tahu. Ki Young tak mengerti maksud perkataan Eun Cha. Eun Cha malah berkata jika tidak, maka Ki young harus menyerahkan surat pengunduran dirinya. Itulah yang Presdir dan ia setujui. Ki Young nampak kaget Presdir sudah tahu kehamilannya. Eun Cha membela diri. Bukan aku yang mengatakan padanya. Dia sudah mengetahui itu.

“Bagaimana dia tahu?” tanya Ki Young

“Seseorang mengirimi dia email tanpa nama.”

“Siapa itu?”

“Bagaimana aku tahu?”


Ki Young mengeluarkan ponselnya. Ia mengancam Eun Cha dengan video Eun Cha yang bergoyang bar bar. Namun Eun Cha tak takut. Ia malah menyuruh Ki Young membocorkannya. Lagipula ia sudah mencapai dasar. Runtuh karena beberapa skandal lagi tidak akan mengubah apa pun! Eun Cha balik mengancam Ki Young. Jika Ki Young tidak menggugurkan bayi itu, Ki Young tidak punya pilihan selain pergi ke depan dewan komite.


“Hamil bukan suatu kejahatan. Kenapa aku harus berhenti dari pekerjaanku jika aku memutuskan untuk memiliki bayi ini?” protes Ki Young

“Kehamilanmu bukan hanya masalah pribadi. Etika stasiun siaran sedang dipertaruhkan. Masyarakat mengetahui bahwa seorang wanita yang tidak menikah dan dihormati menjadi hamil... dan dia memutuskan untuk menjadi ibu tunggal! Ini benar-benar teror terhadap institusi negara dari pernikahan dan keluarga! Menurutmu seseorang akan mempercayakan berita pada seorang teroris? Kau pikir stasiun siaran punya moral dan etika hanya untuk pura-pura? Kau sudah melanggar aturan yang paling penting dari tingkah laku dan kau  sudah menghancurkan martabatnya!” ujar Eun Cha panjang lebar tanpa spasi dan nurani. Udah kayak pidato aja.

“Apakah melakukan aborsi dianggap etis dan terpuji?” balas Ki Young


“Lupakan. Putuskan apakah kau akan bekerja sebagai seorang penyiar... atau menyerahkan surat pengunduran dirimu.”

“Kau juga melihatnya hari itu. Bayinya meringkuk dalam perutku berusaha untuk hidup. Dia hampir mati untuk pertama kalinya. Bagaimana bisa kau memintaku untuk membunuhnya lagi?” Ki Young menangis.

“Apa kau sedang berusaha menarik simpatiku? Kau tidak tahu siapa aku? Aku bajingan dingin dan tak punya hati!” ujar Eun Cha lalu pergi. Ki Young hanya mendesah dan menangis.


**

Tae Yoon mencoba menghubungi Ki Young namun tak di angkat. Kemudian ia mengirim pesan. “Kau tahu kita ada pemotretan hari ini, kan? Hubungi aku.” Karena tak kunjung mendapatkan balasan, Tae Yoon pun menyambangi rumah Ki Young. Ia mengedor-gedor pintu apartemen Ki Young. Bahkan Tae Yoon mencoba membuka pintu dengan memencet sandi namun sandinya salah melulu. Tae Yoon jadi frustasi sendiri. Hmmm, Ternyata orang yang di cari sedang dalam perjalanan ke suatu tempat.


**

Presdir Seo mengadakan rapat dengan para elit stasiun penyiaran yang membahas kehamilan Ki Young tanpa menikah. Seorang ahjussi mengusulkan Ki Young di pecat sekarang juga. Namun Presdir Seo tidak menyetujuinya. Jika mereka melakukan itu, kelompok wanita akan sangat marah. Ahjussi itu protes. “Haruskah pemirsa melihat seorang penyiar wanita menyampaikan berita  sementara perutnya membesar? Opera sabun macam apa ini, Presdir?”



“Siapa tahu, ratingnya mugkin meningkat.” Ujar salah satu direktur. Perkataan itu mengundang komentar dari para direktur lainnya. Presdir pun turun tangan dan menyuruh mereka diam. Presdir bertanya pada direktur penyiaran berita. Apa aturan kita tentang perilaku? Bisakah seorang wanita yang tidak menikah dipecat jika dia menjadi hamil?

“Tidak ada klausa seperti itu. Tapi ada sebuah klausa yang berhubungan dengan martabat.” Jawaban direktur membuat Presdir garuk-garuk kepala padahal ga ada kutu. LOL



**

Ternyata Ki Young menemui ibunya. Sang ibu kaget melihat putri semata wayangnya yang super sibuk mengunjunginya. Ki Young mengatakan ia datang karena ingin makan sup bubur Ibu. Dengan manjanya, Ki Young meminta sang ibu membuatkannya sup bubur. Ia rasa ia akan mati kelaparan. Sang ibu menurut namun wajahnya nampak cemas. Sepertinya naluri seorang ibu dapat menduga pasti ada sesuatu yang terjadi sama putrinya. ^^


**

Pada akhirnya, Tae Yoon sendirian mengambil gambar tanpa Ki Young. Ahjumma pemilik restoran menanyakan keberadaan Ki Young. Namun Tae Yoon memilih diam. Saat pemotretan, Tae Yoon teringat akan kebersamaannya bersama Ki Young.


Flashback :

Ki Young berdecak enak saat memakan makanan yang menyerupai kue tersebut. Tae Toon senang Ki Young menyukainya. Ki Young mengatakan rasanya seperti ia menang lotre.



“Lotre?” tanya Tae Yoon.

“Hari paling indah dalam hidupku. Aku sulit punya kesempatan melakukan  perjalanan ke luar Seoul... karena aku harus melakukan berita langsung setiap hari. Dan aku hanya tinggal di rumah saat akhir pekan. Tapi belakangan ini, aku bisa mengikutimu di akhir pekan... makan makanan yang lezat, pesiar, dan aku bisa menulis berkat kau. Itu sangat hebat.” Puji Ki Young

“Seorang penyiar tahu cara mengucapkan kata-kata seperti itu?” ujar Tae Yoon lalu menyuapi Ki Young. oh betapa sweetnya. haha


**

Restoran ibu sangat ramai. Ibu yang bekerja tanpa asisten pun begitu sibuk melayani para pelanggannya. Ki Young menahan tangis melihat sang ibu yang bekerja keras tanpa seorang suami di sampingnya.


Di saat Ki Young menangis melihat sang ibu yang bekerja keras tanpa suami. Hal yang tak berbeda jauh terjadi sama sang mantan pacar, Tae Yoon yang galau tanpa kehadirannya. Namun Tae Yoon bertindak seolah minum bersama Ki Young. Ia melihat foto Ki Young di laptopnya.


Seorang pria lewat dan melihat foto Ki Young di laptop tersebut. Bukankah itu Cha Ki Young? Tae Yoon hanya diam saja.


Pria itu kembali ke teman-temannya. Ia memberitahu teman-temannya tentang foto Ki Young yang ia lihat tadi. Salah satu temannya berkata ada video Cha Ki Young yang beredar. Mereka menonton video Ki Young yang hampir muntah saat membaca berita tersebut. Apakah ia hamil? Siapa orangnya? Aku benar-benar iri! Mereka lalu mengolok-ngolok Ki Young. Tae Yoon hanya bisa menahan kesal.


**

Tetangga Ki Young berkunjung ke restoran ibu. Mereka mendengar Ki Young datang mengunjungi ibu. Dimana dia, tanya mereka. Ibu mengatakan ia menyuruh Ki Young tidur karena kecapekan. Lagipula Ki Young ada di TV setiap hari. Tidak ada gunanya melihatnya. Ahjumma yang berbadan besar berkata pasti ibu senang. Sepertinya putri ibu meringankan semua penderitaan yang ibu alami karena suami ibu.


Mereka lalu membicarakan umur Ki Young yang hampir menginjak 36 tahun. Ibu membela Ki Young. “Wanita-wanita baik dan cerdas akhir-akhir ini tidak menikah.” Salah satu ahjumma berkata Ki Young akan dianggap perawan tua jika itu di masa lalu. Jadi Ibu perlu segera menikahkannya. Tak mau ptrinya di katai terus, Ibu berkata ia yang menyuruh Ki Young untuk tidak berpikir menikah dan hanya fokus menjadi seorang wanita sukses. Ki Young yang belum sepenuhnya tidur menangis mendengar itu.


**

Tae Yoon mengikuti para pria yag tadi membicarakan Ki Young. Ia mengambil balok kayu dan berniat memukul mereka. Namun Tae Yoon kalah kuat, mereka bertiga dapat menangkis dan balik memukuli Tae Yoon sampai menginjak-nginjaknya di lumpur. Tubuh dan wajah Tae Yoon penuh dengan lumpur.


Usai insiden tadi, Tae Yoon menelpon Ki Young. Ia berteriak memanggil nama Ki Young. Namun ternyata nomor yang di tuju bukanlah Ki Young tapi Myung Yi. Myung Yi yang khawatir pun bergegas menuju tempat Tae Yoon berada. Myung Yi bertambah panik saat melihat wajah Tae Yoon berdarah bahkan keadaan Tae Yoon sangatlah tragis.


**

Myung Yi lalu membawa Tae Yoon ke penginapan. Ia mencuci pakaian Tae Yoon yang penuh dengan lumpur dan mengobati luka Tae Yoon. Tae Yoon pun sadar. 


Ia kaget melihat Myung Yi di hadapannya. Apa ini, tanya Tae Yoon. Myung bertanya apa Tae Yoon tidak ingat? Tae Yoon tak percaya ia menelpon Myung Yi tuk datang bukannya Ki Young. Tae Yoon protes bagaimana bisa Myung Yi langsung keluar seperti itu? Ia tadi mabuk!

“Pria yang kucintai terluka dan dia memintaku untuk datang. Aku akan berlari padamu sampai ujung dunia.” Pengen muntah dengar kata-kata Myung Yi. Sworry gals.

“Pria apa?” tanya Tae Yoon

“Pria yang kucintai.”

“Kenapa kau mencintaiku?”

“Aku mencintaimu. Aku mencintaimu sejak pertama kali aku melihatmu. Dan aku masih mencintaimu sekarang. Dan kau satu-satunya yang kucintai sampai aku mati.”


“Apa kau salah makan?” ujar Tae Yoon

“Kau mengalami masa-masa sulit, kan? Karena Penyiar Cha sudah menggugurkan bayi itu.”

“Siapa yang mengatakan itu?” Tae Yoon pura-pura menutupinya.

“Aku menunjukkan padanya rumah sakit dimana Penyiar Cha melakukan aborsi. Dia terus memohon padaku. Aku tidak tahu itu adalah kau.”

“Kau yang menunjukkan dia ke rumah sakit itu?” Tae Yoon nampak kaget

“Ketika aku bekerja di Gohyang... aku mewawancarai rumah sakit yang dituntut karena melakukan aborsi ilegal. Penyiar Cha bilang dia takut pergi sendirian jadi aku menemaninya. Aku melihat area dimana mereka mengaborsi bayi-bayi. Jika itu aku, aku tidak akan punya keberanian untuk melakukannya. Itu mengerikan. Tapi Penyiar Cha bahkan tidak menangis. Dia benar-benar kuat.”


Tae Yoon terdiam. Ia meminta Myung Yi berhenti bicara. Sepertinya ia percaya dengan apa yang di katakan Myung Yi. Myung Yi menggunakan kesempatan ini tuk memeluk menenangkan Tae Yoon. Aku merasa kasihan padamu. Tae Yoon melepaskan pelukannya dan menyuruh Myung Yi pergi. Myung Yi berniat pergi namun Tae Yoon menarik tangannya.

“Mau kemana kau di jam begini? Apa kau tahu dimana kau berada?”

“Aku berbeda dengan Cha Ki Young. Karena aku murahan... aku pergi ketika kau menyuruhku pergi, datang ketika kau menyuruhku datang.”


**

Ki Young menanyakan ayahnya pada sang ibu. Namun ibu tak tahu kemana sang ayah berada. Ibu, kenapa Ibu menikah dengan ayah? Ibu mengatakan waktu itu ia sama sekali tidak tahu mereka akan hidup seperti ini. ki Young berkata saat ia kecil, aku terus berharap ibu dan ayah akan bercerai. Ketika kalian berdua tidak bisa bercerai gara-gara aku... itu lebih melukaiku.

“Kau akan tahu begitu kau punya anak sendiri. Apa kau pacaran dengan seseorang?”

“Aku tidak ingin pacaran dengan siapa pun karena aku takut bertemu  seorang pria seperti ayah.”

“Kalau begitu temui saja seorang pria yang tidak seperti ayahmu. Cepatlah menikah. Akhir-akhir ini, aku tidak bisa tidur gara-gara dirimu. Kau hampir 36 tahun. Ya ampun.” Ibu lalu berbalik memunggungi Ki Young. Tiba-tiba bunyi telpon. Ia berbalik dan menyuruh Ki Young mengangkatnya.


**

Ternyata yang menelpon Ki Young larut malam adalah Myung Yi. Myung Yi berbohong Tae Yoon memintanya datang untuk membantunya. Mereka di suatu tempat sekitar sungai Imjin. Lalu, tanya Ki Young. Myung Yi mengatakan Tae Yoon ingin tahu apakah Ki Young membutuhkan foto lagi untuk tulisannya. Ki Young membalas tidak perlu.

“Penyiar Cha, ada sesuatu yang ingin kubicarakan denganmu. Aku mengalami kejadian dengan Reporter Park. Ini pertama kalinya aku tidur  dengan seorang pria, dan aku tidak tahu harus bagaimana.” Dasarrr nenek sihirrrrrr

“Bicarakan itu dengan Park Tae Yoon. Selain orang yang terlibat... tidak seharusnya kau membicarakan masalah semacam ini dengan siapa pun. Kalau begitu...” Ki Young langsung menutup telponnya.


**

Di pagi hari, Ki Young berjalan menyusuri hutan bambu menikmati pemandangan alam sekitar. Ki Young lalu mengelus perutnya. “815. Suatu hari, mari kita jalan-jalan di sini bersama. Di saat kau menjadi seorang pemuda dan ibu menjadi seorang nenek... Di saat kau menggendongku di punggungmu suatu hari... aku akan membantumu dengan pilihan yang kubuat sekarang ini. Mengerti?”


Tiba-tiba Ki young mendapatkan panggilan dari perwakilan Dewan Nasional. Mereka meminta Ki Young hadir jam 2 siang pada hari Minggu. Ki Young mengiyakan. Ki Young lalu menelpon Eun Cha. Ki Young mengatakan pada Eun Cha kalau ia tidak akan menyingkirkan bayi ini. Tanpa Ki young mengatakannya pun Eun Cha sudah tahu itu. Ki Young meminta Eun Cha mengatur sebuah konferensi pers untuknya hari Minggu jam 3. Tidakkah kau berpikir itu sia-sia untuk pensiun sekarang, tanya Eun Cha.


**

Ibu mengantar Ki Young ke terminal bis. Sebelum naik, Ki Young meminta sang ibu tidak terkejut saat melihatnya di TV besok. Sang ibu yang tak tahu apa-apa berkata kau selalu di TV. Apa maksudmu? Ki Young lalu memberi ibu amplop yang berisi uang. Ibu tak mau menerimanya. Ki Young cepat-cepat naik ke atas bis. Mata ibu terbelalak kaget saat melihat jumlah uang yang Ki young beri.


Ibu naik ke atas bis. Ibu mengembalikan uang yang Ki Yung beri. Kau memberiku terlalu banyak. Aku tidak perlu sebanyak ini. Ibu hanya mengambil berapa lembar saja. Ki Young menolak mengambil uang itu kembali. Ia menyuruh ibunya menghabiskan saja uang itu. Ibu berkata ia tidak bisa melakukan apa pun untuk Ki Young. Ibu menyerahkan kembali uang itu dan pun pergi.

Ibu melambaikan tangannya, perasaan Ki Young tak terbendung lagi. Ia menangis sesengukan di atas bis sambil memegang amplop itu.


**

Para Dewan nasional menunggu Ki Young di ruang rapat disiplin. Namun Ki young tak kunjung tiba. Direktur bertanya apa yang terjadi? Tadinya aku kira ada konferensi pers jam 3 sore untuk mengumumkan  pengunduran dirinya? Apa yang dia harapkan untuk kita lakukan jika dia tidak muncul?

Para dewan nampak kesal karena mereka terlalu memanjakan Ki Young sebagai ikon stasiun. Makanya Ki Young tak menganggap mereka.


**

Ki Young memasuki ruang konferensi pers. Semua wartawan langsung memotretnya. Ki Young menunduk hormat dan duduk.


“Saat ini aku sedang hamil 3 bulan.” Ujar Ki Young. Eun Cha nampak kaget. Seorang wartawan bertanya siapa ayah bayi itu? Kapan kau berencana menikah? Apakah kau akan menyerahkan posisimu sebagai penyiar kalau begitu?

“Aku menginginkan seorang anak lebih dari aku menginginkan seorang suami. Itu sebabnya aku pergi ke bank sperma. Aku menerima donor sperma... dan sekarang aku berhasil hamil.” Eun Cha memegang kepalanya yang sakit. hohoho



~ Bersambung ke episode 5 di blog Mbak Ima ~



Komentar :

Di pikir-pikir, Tae Yoon terlalu baik tapi kekanak-kanakan (masih labil kayaknya). Dan oh my gosh, si nenek sihir Myung Yi mulai mengeluarkan taringnya. Btw, sebagai seorang wanita. aNNa proud sama kegigihan Ki Young dalam mempertahankan bayinya. Ia memilih jalan yang tepat namun berduri. Pengalaman sang ibu yang di telantarkan sang ayah membuat dirinya takut menikah dan membangun sebuah keluarga. Walau jalannya berduri sekalipun, ia memilih menjadi ibu tunggal dalam membesarkan bayinya. ^^

0 komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih atas kunjungannya chingu,,
habis baca di tunggu commentnya ya..
Hwaiting

 

Drama Oh Drama Template by Ipietoon Cute Blog Design and Waterpark Gambang