Rabu, 12 November 2014

Sinopsis The Greatest Wedding Episode 8 - 1


Episode 8


Pada episode sebelumnya, Myung Yi dengan kepercayaan diri tinggi pergi ke studio siaran. Ia ke sana dengan satu tujuan yaitu memumumkan pengunduran dirinya. Namun bukan penyihir Myung Yi namanya, jika tak ada tujuan lainnya yang menguntungkan dirinya. Yuppss, Myung datang dengan tujuan special yang terbungkus rapi yang mau ia bukakan di depan Ki young. Tentu saja kabar pernikahannya dengan reporter Park Tae Yoon plus kehamilannya. Myung Yi sengaja memanas-manasin Ki Young. Ia mengatakan bayi yang di kandung merupakan hadiah pernikahannya.

“Kirimkan undangannya padaku jika sudah jadi.” Ujar Ki Young tersenyum menanggapi perkataan Myung Yi. Si nenek sihir Myung Yi pun pergi.

20 detik sebelum on air. Ki young dan Eun Cha bersiap-siap. Ki Young lalu menyapa pemirsa setelah beberapa minggu fakum dari news.  “Stasiun berita kami telah menyebabkan banyak masalah karena interview yang agresif... dalam koneksi dengan ‘Skandal Ibu Tiri’. Dari lubuk hati kami mohon maaf.” Ki Young dan Eun Cha membungkuk meminta maaf.

Ki Young lalu membacakan berita pertama tentang ‘Skandal Ibu Tiri’. Direktur dan para staf yang berada di ruang kontrol di buat kaget olehnya. Berita tersebut merupakan berita penutup (terakhir) namun Ki Young menukarnya menjadi berita pertama. Mereka sempat protes dan geram dengan aksi Ki young yang melakukan apapun sesukanya tapi Ki Young tak menanggapi perkataan mereka. Akhirnya Direktur menyuruh mereka menyiapkan berita tentang ‘Skandal Ibu Tiri’.



“Anak-anak, orang lemah, wanita hamil, dan sebagainya. Aku harap kita semua bisa mengambil kesempatan ini untuk memberantas... penyakit sosial ini yang memangsa pihak lemah.” Ki Young membaca berita dengan penuh antusias. Para ahjumma pendemo di depan kantor pun bersorak kegirangan melihat pejuang serta idola mereka telah kembali membaca berita lagi. Dan juga,  aksi pemboikotan akhirnya berhenti. Dong Shik cs bertepuk tangan dan berteriak penuh kemenangan. Mereka merasa lega, akhirnya Eun Cha selamat sekarang.



Bahkan rating saat ini lebih dari 15%. Namun saat Eun Cha membaca berita, ratingnya turun di bawah 5%. Dong Shik berdecak kesal. Yang benar saja, apakah kekuatan penonton wanita sehebat itu? Penyiar Kim bergumam, Eun Cha kita yang malang. Wajah mereka seakan di serang tsunami, mereka tak terima jika seorang wanita menguasai mereka. Dimana kehormatan mereka sebagai seorang pria.



Ki Young menutup beritanya. Ia menyalami Eun Cha dan mengatakan kerja yang bagus. Ki Young berniat pergi. Tapi Eun Cha masih duduk di tempatnya. Sunbae, kau tidak pergi? Eun Cha menyuruh Ki Young pergi duluan. 



Tak sengaja Ki Young melihat ke bawah. Ia melihat ada genangan air tepat di bawah kursi Eun Cha. Ki Young penasaran genangan air apa itu. Betapa terkejutnya Ki Young terkejut saat menyadari kalau sumber genangan air itu datangnya dari celana Eun Cha. Hahaha Eun Cha ngompol. hihihihi

“Sunbae!” teriak Ki young tak percaya dengan apa yang di lihatnya.

“Tidak bisakah kau berpura-pura tidak ada yang terjadi dan pergi saja?” Usir Eun Cha dengan wajah memelas super kasihan. ^^



Seorang kru datang membawa hasil rating untuk malam ini. Ratingnya lebih dari 10%. Tiba-tiba para kru yang lain berbondong-bondong mendekati meja siaran. Ki Young sengaja menjauhkan mereka dari Eun Cha dengan menunjukan hasil rating. Kru yang tadi mengatakan sebenarnya ratingnya lebih dari 15% saat Penyiar Cha muncul, tapi turun di bawah 5% begitu Penyiar Jo yang keluar. Jadi, rata-rata ratingnya menjadi 11,75%. Bagaimanapun, ini rating terbaik yang kita miliki sejauh ini untuk stasiun berita kita.

Semuanya bertepuk tangan menyambut kabar baik ini. Kemudian mereka mengajak Eun Cha keluar dan merayakannya. Namun Ki Young menolak dengan halus, lebih tepatnya membantu Eun Cha. Kita jangan langsung merayakan dulu. Untuk sementara ini, mari kita pulang saja ke rumah. Mereka pun menurut karena Ki Young juga ikutan keluar. Eun Cha bisa bernafas lega. Namun, tiba-tiba kru tadi berlari menuju meja siaran. Ia berniat mematikan lampu studio, Eun Cha panik dan mengusirnya pergi.



**

Ki Young masuk ke sebuah restoran dengan kepercayaan diri tinggi. Semua mata memandanginya.  Ki Young lalu memesan 2 porsi iga sapi. Tanpa di duga, seorang ahjussi yang duduk bersama teman-temannya, mengucapkan selamat atas kembalinya Ki young sebagai penyiar. Ia memuji Ki Young mengagumkan. Ki Young berterima kasih. Teman ahjussi itu juga ikut bersuara mengemukakan pendapatnya. Ia rasa mungkin sebaiknya Ki Young menyiarkan berita sendirian. Ia tidak tahan melihat Jo Eun Cha. Si ahjussi itu langsung mendapat kecaman dari teman-temannya. Ki Young tersenyum melihat ulah mereka.



**

Di studio, Eun Cha mengepel lantai. Ia merasa menyesal. Seharusnya waktu itu aku melompat saja ke sungai Han. 



Kalau Eun Cha menyesali perbuatannya. Ki Young malah menikmati iga sapi bakar di bungkus daun selada. Namun tiba-tiba, ia merasakan kram di perutnya. Ki Young meringis kesakitan. Ahjussi tadi bersama teman-temannya khawatir dan mendekatinya. Apa kau baik-baik saja? Tak mau membuat mereka khawatir, Ki Young berbohong ia baik-baik saja. Ki Young menahan rasa sakit dan bergegas keluar.



**

Sun Nyeo menelpon Tae Yoon supaya tidak pulang untuk beberapa lama. Gara-gara ulahnya (menghamili Myung Yi), rumah dalam keadaan gempar. Ayah mereka nampak marah besar. Sun Nyeo bertanya apa Tae Yoon membuat kekacauan ini karena marah pada Cha Ki Young? sun Nyeo mengumpat Tae Yoon brengs*k! Bagaimana bisa kau menghancurkan hidupmu gara-gara wanita itu? Cha Ki Young seolah-olah di langit ketujuh sejak saat dia putus denganmu dan mendapatkan pekerjaannya kembali. Kau tahu itu?

Tak mau lama-lama di hujati butiran ceramahan yang menakutan dari kakaknya. Tae Yoon berkata sekarang ini aku sedang menyetir. Ia lalu mematikan telponnya. Kemudian Tae Yoon menelpon Myung Yi datang ke apartemennya sekarang juga.



**

Ayah Tae Yoon menyirami semua koleksi buku masak milik Tae Yoon dengan minyak tanah. Sun Nyeo mencoba menahan ayahnya dengan memeluk erat sang ayah. “Ayah tidak boleh membakar rumah ini! Aku lahir dan dibesarkan di sini! Ayah, kenapa Ayah tidak menghapus saja nama Tae Yoon dari silsilah keluarga? Rumah ini tidak salah apa-apa!” Namun kata-kata Sun Nyeo tak di gubris sama sang ayah. Malahan, sang ayah menolaknya sampai tersungkur. Ayah menyalahkan api, Sun Nyeo cepat-cepat bangun dan meniupnya. Ibu yang tadinya hanya diam pun membuka mulut. Aku... Aku akan mengurusnya.



“Bagaimana kau akan mengurusnya? Beginilah caramu membesarkan anak-anak kita! Bagaimana kau akan mengurusnya? Bagaimana sebenarnya kau mengubah putra kita satu-satunya menjadi monster?” Teriak ayah dan melempar pemantik mengenai kepala ibu.

Ayah mengancam jangan ada yang memindahkan ini (tumpukan buku-buku Tae yoon) sampai masalah ini selesai! Sebaiknya tidak satu pun dari kalian menyentuhnya!

Sun Nyeo memeluk ibunya. Ibu baik-baik saja? Sun Nyeo mengumpati Tae Yoon. Dasar brengsek pengerat itu! Ibu yang tadinya menjerit sakit langsung melihat Sun Nyeo.



“Tidak ada yang salah dengan Tae Yoon kita. Masalahnya adalah gadis mata duitan itu. Mempunyai banyak wanita menunjukkan kehebatan seorang pria.”

Sun Nyeo nampak menahan kesal. “Aku benci ayah, tapi aku lebih membenci Ibu!” teriak Sun Nyeo



**

Myung Yi selesai bersiap-siap. Ia melihat Yoo Ri seperti orang stress sedang berkutat dengan laptopnya. Melihat Myung Yi sudah berhenti dari stasiun TV dan tidak ada yang harus ia lakukan maka Yoo Ri meminta Myung Yi membantunya menulis thesis.

“Aku sudah menulis thesis untuk gelar S2-ku entah bagaimana, tapi... aku tidak bisa menuliskan untuk gelar S3-ku. Aku merasa kepalaku akan meledak!”

“Kenapa kau melanjutkan ke S3? Itu tidak cocok untukmu.”

“Apa yang harus kulakukan kalau begitu? Aku perlu berusaha dan meraih S3 jika aku menginginkan seorang suami yang layak. Jika aku tidak melakukan apa pun, pekerjaanku akan di situ saja. Jika aku punya gelar S3, aku akan terlihat canggih dan pandai. Semua calon pengantin pria akan berkerumun padaku.”



Myung Yi lalu bertanya pada Yoo Ri. Menurutmu, seberapa kaya keluarga Park Tae Yoon? Yoo Ri mengatakan mungkin senilai beberapa ratus milyar Won. Myung Yi penasaran berapa banyak tunjangan yang akan ia terima jika ia bercerai dengannya? Yoo Ri kaget. Apa kau akan menikah dengan Park Tae Yoon? Myung Yi bilang ia sedang memikirkan itu.

“Apa dia memintamu untuk menikah dengannya?” tanya Yoo Ri. Myung Yi mengiyakan. Namun Yoo Ri nampak tak percaya. Myung Yi meminta Yoo Ri tidak mempercayainya kalau begitu.

“Kubilang keluarganya sudah membuangnya! Dia benar-benar melarat!” ujar Yoo Ri meyakinkan Myung Yi

“Tetap saja, dia satu-satunya putra mereka. Apa kau benar-benar mengira mereka akan menyerahkan semuanya pada putri mereka? Kau bilang mereka keluarga yang sangat patrikal. Jika aku menikah dan memiliki seorang putra, menurutmu anakku akan mewarisi semuanya?”

“Temanku, Yoon Joo, sudah dicampakkan olehnya. Kau pikir kau bisa menikah dengan seorang psycho seperti dia?” Kata Yoo Ri membuat Myung Yi meradang. Ia meminta Yoo Ri tidak memberinya saran jika itu mengenai pria. Ia hanya perlu saran Yoo Ri mengenai uang dan merek ternama. Myung Yi berniat pergi namun ada yang lupa katakan. Dengan sombongnya, Myung Yi berkata aku mungkin tidak pulang hari ini. dah.



**

Ki Young berjalan menyusuri ruangan RS. Ia mendengar suara suster Jung sedang berbicara dengan seseorang. Suster Jung mengatakan itu hanya pernikahan di atas kertas. Bukti apa yang ada bahwa kalian adalah pasangan? Aku mendapat pinjaman untuk gedung ini saat dia mencoba memulai rumah sakitnya sendiri. Ki Young melanjutkan langkahnya menuju ruang Il Jong. IL Jong nampak kaget melihat Ki young.

Ki Young mengeluh perutnya sakit. Setelah di periksa, il Jong mengatakan perut Ki Young sedikit tegang. Kau mungkin merasa perutmu sesak saat kau lelah atau stres. Kelak kau perlu berhati-hati. Ki Young melihat ke layar monitor. Tiba-tiba terdengar suara suster Jung. Suster Jung bertanya apa yang sudah kau lakukan untuk Ara dan Direktur. Rupanya Il Jong memasang perekam di ruang sebelah. Agar ia bisa mendengar percakapan yang terjadi antara Yun Hee dan suster Jung.


“Ada 3 peranan seorang istri yang harus ditegakkan ketika dia sudah menikah. Menyiapkan makan, seks, dan mengurus anak-anak. Aku sudah menjalankan semua peranan itu selama 5 tahun terakhir ini. Aku selalu menjemput Ara dari penitipan anak saat kau pergi. Aku yang memberi dia makan dan menemaninya tidur. Dan aku tidur dengan Direktur setidaknya 2 kali seminggu.” Ujar suster Jung tersenyum. Sementara tangan Yun Hee gemetar mendengar perkataannya. Yun Hee menyimpan cangkir yang ia pegang.

Suster Jung kembali menambahkan. “Aku tidak tahu hubungan apa yang kalian miliki, tapi... aku yakin bahwa kami adalah pasangan menikah yang sesungguhnya. Direktur, Ara, dan aku, akan jadi suatu keluarga yang bahagia jika itu bukan karenamu. Aku rasa itu benar jika kau saja yang meninggalkan rumah itu.” hadeeeehhh  jadi selingkuhan kok begitu pede sih. Dunia oh dunia. ^^



Tiba-tiba Ki Young muncul. Tanpa ba bi bu, ia langsung menyiram wajah suster Jung dengan kopi. Ki Young menarik Yun Hee keluar. 



Il Jong sudah menanti di luar. Saat mereka berjalan melewatinya, ia berkata ingin bercerai. Sontak membuat Ki Young dan Yun Hee kaget bukang kepalang. Ki Young meminta Il Jong menarik kembali kata-katanya. Il Jong mengatakan pada Ki Young, ini bukan urusanmu.

“Kubilang tarik kembali! Seharusnya Yun Hee yang melontarkan kata perceraian. Beraninya kau mengatakan kata cerai dari bibirmu yang menjijikkan itu!” teriak Ki Young

“Ki Young, apa kau sudah gila?” ujar Il Jong

“Benar, aku sudah gila! Jika tidak, aku tidak akan memutuskan melahirkan seorang bayi di luar pernikahan yang sah!” Ki Young lalu meminta Yun Hee mencampakkan pria ini sekarang juga. Ki Young menatap tajam Il Jong. Seakan-akan dia adalah hama yang perlu di berantas.



Suster Jung keluar ruangan. Ia menatap tajam Ki Young. “Bicaramu keras, jadi tolong pergilah. Direktur dan aku menginvestasikan 7 tahun hidup kami pada rumah sakit ini.”

Yun Hee merasa sakit hati mendengar perkataan suster Jung. Ia menatap Il Jong. Baik, mari kita bercerai. Yun Hee pun pergi. Ki Young berkata pada Il Jong, aku tidak bisa percaya aku akan melahirkan bayiku di sini. Pemikiran itu membuatku ngeri.



**

Ki Young menyusul Yun Hee. Kau idiot, kenapa tidak mengatakan apa pun di sana tadi? Yun Hee berkata awalnya, aku datang ke sini untuk menjambak rambutnya. Sementara Perawat Jung bicara padaku... aku merasa dia adalah si istri dan aku yang menyela. Itu sebabnya aku akan menceraikan dia.

Ki Young mengajak Yun Hee ke kafe untuk bicara. Yun Hee menolak. Ia ingin pulang. Yun Hee menahan tangis.



“Bahkan jika seorang pria berselingkuh darimu atau melakukan hal yang salah, mereka mengatakan... hak asuh anak diberikan pada orangtua yang punya lingkungan lebih baik untuk membesarkan seorang anak. Aku perlu pulang dan mempertahankan apa yang aku bisa. Ara akan diambil dariku jika aku kehilangan rumah itu.”

“Bahkan jika kau bisa membuktikan bahwa Il Jong tidak punya keterlibatan dalam membesarkan Ara?”

Yun Hee mengangguk. Begitulah. Yun Hee tertawa miris. Itu tidak masuk akal, kan? Bagaimana denganmu? Ki Young mengatakan Myung Yi dan Park Tae Yoon akan menikah. Yun Hee menasehati Ki Young. Seharusnya kau juga tidak berdiri di sini seperti ini. Hyun Myung Yi tahu bahwa Park Tae Yoon adalah ayah bayimu? Ki Young mengiyakan.

“Kau dalam masalah besar. Kau kira Hyun Myung Yi akan membiarkanmu membesarkan anak suaminya setelah mereka menikah? Aku tahu aku tidak akan begitu jika itu adalah aku.”

“Apa yang akan dia lakukan?”

“Dia akan berusaha menyingkirkan anak itu... atau melakukan apa pun yang dia bisa untuk mengambil anak itu darimu. Jika kau tidak memainkan ini dengan benar, mungkin saja dia melakukan itu. Kau perlu mencegah mereka menikah atau mengambil tindakan lain. Aku pergi duluan.” Kata-kata Yun Hee membuat Ki Young merasa terancam.



**

Ki Young lalu menelpon Tae Yoon. Ki Young mengatakan ia dengar Tae Yoon akan menikah. Tae Yoon mengiyakan. Kenapa? Aku tidak boleh melakukan itu? Ki Young menjawab boleh. Tapi, kita perlu menyelesaikan beberapa hal lebih dulu sebelum itu kau lakukan. Tae Yoon merasa tidak ada yang harus ia selesaikan dengan Ki Young. Ki Young mengatakan mungkin kau tidak, tapi aku ada.

Tae Yoon menegaskan ia tidak tertarik dengan anak-anak. Itu anakmu. Kau hamil dengan mendapatkan donor sperma. Tepat sekali, jadi tanda tanganilah kontraknya, ujar Ki young. Namun lagi-lagi Tae Yoon bertingkah. Menurutnya, mereka tidak membutuhkan kontrak itu. Itu bayimu sendiri. Tidak ada hubungannya denganku.

“Dimana kau sekarang?”

“Aku masih di Haeinsa.” Ujar Tae Yoon berbohong

“Kapan kau kembali?”

“Aku tidak tahu!”

“Tanda tanganilah pernyataan pelepasan hak orangtua saat kau kembali ke Seoul.”

“Hei, kau-lah yang mengadakan konferensi pers dan menyatakan kau mendapat donor sperma! Kau sudah menjadikanku orang yan sangat bodoh! Kenapa kau berusaha menempel padaku sekarang?”

“Aku bukannya ingin kau kembali! Aku hanya ingin kita mengambil langkah yang baik dan mengakhiri untuk selamanya kali ini.”

“Kita sudah sepakat bahwa bayi itu bukan milikku. Dan sudah lama sejak kita mengakhiri hubungan kita. Jangan memohon-mohon, itu merendahkan dirimu.” Tae Yoon pun mematikan telponnya. Ki Young nampak kesal. Ia kembali menelpon tapi di alihkan.



**

Myung Yi menaiki tangga menuju apartemen Tae Yoon. Tepat saat itu Ki young sampai dengan mobilnya dan melihatnya Myung Yi. Setelah bertemu dengan Myung Yi. Tae Yoon mengatakan mulai sekarang, jawab saja pertanyaan yang kutanyakan padamu. Kau tidak akan menggugurkan bayi itu, kan? Myung Yi menjawab ia tidak bisa melakukannya. Namun bukan itu jawaban yang ingn Tae Yoon dengar. Cukup jawab ya atau tidak. Myung Yi menurut.

“Kau menginginkan harta keluargaku, kan?”

“Tidak.” Jawab Myung Yi cepat-cepat.



Namun Tae Yoon melihat wajah Myung Yi nampak mencurigakan. Tae Yoon mengambil alat detektor kebohongan. Ia menyuruh Myung Yi meletakan tangannya di situ. Jika Myung Yi mengatakan yang sebenarnya, lampu hijau akan menyala dan akan berputar. Jika Myung Yi berbohong, lampu merah akan menyala dan Myung Yi akan disengat listrik 10 juta watt, lalu mati. Jika lampu merahnya menyala meskipun 1 kali, langsung gugurkan bayinya besok. Jika lampunya menjadi hijau, maka Tae Yoon akan menikah dengan Myung Yi.



Tae Yoon pun janji kelingking dengan Myung Yi. Okey lets start.

“Kau... menginginkan harta keluargaku, kan? Jawablah.”

“Ya.” Lampunya hijau. Haha tadi bilangnya tidak. Myung Yi emang jagonya bohong.

“Apa benar kau hamil anakku?”

“Ya.” Lampu hijau lagi.

“Apa kau mencintaiku?”

“Ya... Tidak.”

“Apa itu? Jawab lagi. Apa kau mencintaiku?”

“Tidak.” Jawab Myung Yi tenang. And hasil dari ketenangannya menjawab, ia mendapatkan lampu hijau lagi.



Tae Yoon melipat tangannya dan bersandar. Ia mengiterogasi Myung Yi. Lalu kenapa kau berbohong tentang mencintaiku?

“Sudah 10 tahun sejak aku bertemu dengan orangtuaku. Sebenarnya, aku terlahir dengan sendok perak di mulutku. Keluargaku dulu sama kayanya dengan keluargamu. Tapi, perusahaan ayahku bangkrut saat aku 17 tahun. Aku menjadi orang miskin dalam semalam. Aku dulu tinggal dalam rumah 14 ribu meter persegi. Sekarang aku tinggal dalam apartemen kecil dengan sepupuku. Kau mungkin tidak tahu seperti apa itu rasanya. Maafkan aku, tapi cinta... suatu yang mewah untukku.”

“Jadi, maksudmu kau akan memanfaatkan kehamilanmu untuk mendapatkan apa yang kau inginkan dariku?”

“Maafkan aku, tapi... ya.”

Tae Yoon tertawa kecil mendengar kata-kata Myung Yi. “Kau sangat lucu. Seharusnya kau memberitahuku di awal. Seandainya begitu, aku akan pacaran saja denganmu daripada dengan  Cha Ki Young. Pilihanku memang aneh.” Tae Yoon lalu bertepuk tangan. Kau lolos. Mari kita menikah.



**

Sementara Tae Yoon mengajak Myung Yi menikah, Ki Young di kamarnya tengah mengetik surat Pernyataan Pelepasan Hak Orangtua dan Hak Asuh Anak. Kembali lagi ke Tae Yoon dan Myung Yi. Tae Yoon memberi Myung Yi surat kontrak.

“Pertama-tama, mari kita tanda tangani kontrak 5 tahun... lalu kita bisa memikirkan tentang perpanjangannya setelah itu. Apa ada keberatan?”

“Tidak.”

“Jika tidak ada, maka mari kita proses kontraknya. Aku akan merekamnya. Bacalah.” Tae Yoon merekamnya by phone.

Kemudian mereka berdua berbalas-balasan membaca isi kontrak tersebut. Myung Yi bagian ganjil dan Tae Yoon bagian genap.

Dan inilah 7 butir isi kontrak pernikahan mereka :

1.   Park Tae Yoon akan disebut sebagai Pihak A dan Hyun Myung Yi akan disebut sebagai Pihak B.

2.   Pihak A and Pihak B akan sepakat menikah selama 5 tahun.

3.   Pihak B tidak akan pernah mencampuri kehidupan pribadi Pihak A.

4.   Pihak A akan mempunyai hak untuk berkencan dengan wanita lain setelah menikah.


5.   Pihak B tidak akan pernah menuntut Pihak A melaksanakan tugas-tugas suami.

6.   Pihak A tidak berkewajiban memberi tunjangan istri dan anak-anaknya.


7.   Tidak akan ada kewajiban seks dan cinta dalam pernikahan Pihak A dengan Pihak B.

Mereka berdua pun menandatangani kontrak tersebut sebagai tanda mereka menyetujui isi dari kontrak itu.



“Keluarlah dari rumah sepupumu sekarang juga. Kita akan tinggal di sini. Kau masih punya 10 juta Won yang kuberikan padamu, kan? Gunakan itu untuk mempersiapkan semuanya. Seharusnya itu cukup untuk rumah ini. Aku juga ingin kau menyiapkan pernikahannya.” Ujar Tae Yoon.

“Alasan aku menikah denganmu adalah karena uang. Apa alasanmu menikah denganku?” tanya Myung Yi

“Aku perlu menikah dengan seorang wanita jika aku ingin bebas dari keluargaku. Tapi aku akan dirantai kembali jika aku tidak berhati-hati dengan siapa yang kupilih. Karena kemudian aku mungkin harus berbuat seolah-olah aku benar-benar menikah. Maksudku... Dari semua orang, kau yang tahu situasiku dengan Cha Ki Young.”

Myung Yi tersenyum. Ia berkata kita akan jadi suami istri yang paling cocok.



**

Ki Young menyambangi apartemen Tae Yoon. Myung Yi membuka pintunya. Myung Yi mengenakan kemeja Tae Yoon. Seolah-olah ia mau menunjukan pada Ki Young kalau ia menghabiskan malam bersama Tae yoon. Ki Young tersenyum kecut melihat penampilan Myung Yi. Suruh Park Tae Yoon untuk keluar.

“Kau bisa mengatakan padaku.” Kata Myung Yi santai.

“Suruh Park Tae Yoon untuk keluar!” perintah Ki Young.

“Akan kusampaikan pesanmu padanya.”

“Katakan padanya untuk menandatangani kontrak ini sekarang juga lalu membawanya padaku.” Ki Young menyerahkan surat itu pada myung Yi.

“Baik, aku akan langsung menyampaikan ini padanya.” Myung Yi tersenyum dan langsung menutup pintunya. Ki Young hanya bisa menahan kesal.



**

Hohoho. Rupanya bang Tae Yoon bobonya di mobil bukan di apartemennya bersama si nenek sihir Myung Yi. Tiba-tiba muncul si nenek sihir Myung Yi membawa surat dari Ki young. Tae Yoon mengambilnya dan meramas surat itu lalu ia membuangnya tepat di wajah Myung Yi. Hahah syukurin. Walau sudah di perlakukan kasar. Myung Yi mencoba tenang. Ia lalu mengajak Tae Yoon tidur di dalam apartemen saja. Tae Yoon berkata lebih nyaman tidur di sini.

“Haruskah aku yang tidur di sini saja jika kau tidak nyaman denganku?”

“Masuklah. Dengarkan aku.”



Myung Yi pun menurut. Setelah melihat Myung Yi pergi. Tae Yoon segera keluar mobil dan mengambil surat Ki Young.



**

Saatnya Ki Young makan malam. Sudut bibirnya belepotan dengan saos kimchi yang di cicipinya. Tiba-tiba bel apartemennya berbunyi. Ki Young yang tak menyadari betapa belepotan sudut bibirnya pun langsung membuka pintu. Ternyata bang Tae Yoon yang berkunjung. Tae Yoo kaget melihat sudut bibir Ki young berlumuran saos.

“Kenapa kau ingin kontrak ini ditandatangani?”

“Aku takut anakku akan diambil jika keluargamu tahu. Dan aku rasa Hyun Myung Yi juga tidak akan melepaskan aku.” Kata Ki young tegas.

“Jangan kuatirkan dia. Itu sudah diurus.”

“Kau tidak tahu wanita. Apa yang kami katakan dan yang kami rasakan selalu berbeda.” (Hmm ada benarnya juga *setujruuu)

“Akan kutandatangani. Sebagai gantinya, ada 1 klausa yang ingin kutambahkan dalam kontrakmu.”

“Apa itu?”

“Cha Ki Young tidak akan pernah menikah dan dia akan hidup seorang diri selama sisa hidupnya.” (Bushetttt, egosi sekali dirimu bang. ^^)

“Tapi kau boleh menikah dengan Hyun Myung Yi? Kau benar-benar egois dan tidak tahu malu!” protes Ki young

“Kau memperoleh apa yang sudah kau tabur. Pikirkan tentang semua hal yang telah kau lakukan padaku. Aku sudah melakukan yang terbaik supaya aku bisa menikah denganmu. Tambahi kontraknya lalu bawalah padaku besok.” Ujar Tae Yoon langsung pergi. Ki Young mendelik kesal. Ia langsung menutup pintunya.



**

Ki Young bersiap-siap ke kantor. Saat menunggu di dalam lift, tanpa di duga Tae Yoon bersama Myung Yi masuk ke dalam lift yang ia tumpangi. Myung Yi mengenakan hanbok. (sepertinya mereka akan ke rumah Tae Yoon). Myung Yi berakting manis menyapa Ki young. Ki Young diam saja. Sepertinya Myung Yi sengaja membuat Ki young cemburu dengan belagak akrab sama Tae Yoon.

“Oppa, apa yang harus kita beli untuk orangtuamu?”

“Mari kita pergi saja untuk hari ini.” jawab Tae Yoon sesingkat-singkatnya dan secuek-cueknya.



“Tetap saja...” sedetik kemudia. Myung Yi kembali bertanya. “Kita harus membeli ranjang ukuran besar, kan? Apa ada merek tertentu yang kau sukai?”

“Beli saja 2 ranjang single.” Jawab Tae Yoon seadanya.

“Itu juga ide yang bagus. Itu akan berbeda menyatukan 2 ranjang bersama. Rasanya juga seolah-olah kita akan tidur terpisah.”

“Belilah 2 ranjang dan biarkan tetap terpisah. Aku terbiasa tidur sendirian.”

“Benarkah?” hadeuhh si nenek sihir Myung Yi pengen di jitak. (Ki Young nampak terganggu dengan percakapa mereka.)

“Hei! Mulai sekarang, jangan katakan apa pun sampai 48 jam ke depan!” teriak Tae Yoon kesal.

“Oppa, kau akan menakuti bayinya. Kau punya 2 bayi sekarang.” ujar Myung Yi sengaja biar di dengar Ki young. Ki Young tersenyum kecut. Lift pun terbuka, Ki Young langsung keluar. Tae Yoon bernafas lega. Namun dari wajahnya, ia nampak bersalah.



**

Batin Ki young tersiksa saat melihat Myung Yi merapihkan rambut Tae Yoon di lampu merah. Ki Young langsung menancap gas saat lampu berubah hijau. Tae Yoon melihat Ki Young berhenti dan pergi ke suatu tempat. Myung Yi menyadari itu.



Ternyata Ki young ingin menjual rumahnya secepat mungkin lalu pindah ke tempat lain. Apakah itu memungkinkan, tanya Ki young pada agen real estate itu.

“Pindah tidak akan jadi masalah, tapi... pasar real estate sedang tidak begitu baik sekarang ini. Kau akan mendapat kesulitan menemukan kondisi lingkungan yang serupa.”

Ahjussi itu menunjukan sebuah apartemen 700 meter persegi yang bernilai sekitar 200 juta Won. Uang mukanya 100 juta Won. Setidaknya Ki Young harus menyiapkan 100 juta Won.

“100 juta Won?” tanya Ki young kaget.




~Bersambung ke bagian 2~

0 komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih atas kunjungannya chingu,,
habis baca di tunggu commentnya ya..
Hwaiting

 

Drama Oh Drama Template by Ipietoon Cute Blog Design and Waterpark Gambang